PERUMDAM TIRTA PANDALUNGAN JEMBER menargetkan penguatan digitalisasi layanan serta menekan tingkat kehilangan air atau Non-Revenue Water (NRW) hingga 20 persen, sebagai upaya meningkatkan kinerja perusahaan dan kontribusi terhadap daerah.
Plt Direktur Utama Perumdam Tirta Pandalungan Jember, Regar Jeane Dealen Nangka, Rabu (21/1/26) mengatakan, penjualan Air Minum Dalam Kemasan Hazora pada tahun 2025 melampaui target yang ditetapkan.
Pada tahun 2025, target penjualan AMDK Hazora dipatok sekitar Rp2,3 miliar dan terealisasi Rp2,4 miliar, atau meningkat sekitar 8 persen dari target yang ditentukan.
Dalam tiga bulan ke depan, manajemen menyiapkan program jangka pendek yang fokus pada penguatan kerjasama internal antar divisi, penerapan digitalisasi layanan publik, serta pembenahan sistem dan prosedur operasional perusahaan.
Regar menegaskan, digitalisasi menjadi kebutuhan mutlak untuk meningkatkan efisiensi pelayanan sekaligus menekan kebocoran air yang saat ini masih berada di kisaran 20 persen.
Ke depan, PDAM Tirta Pandalungan akan membangun sistem dashboard pemantauan kondisi air dan AMDK secara real time. Selain itu, perluasan pasar AMDK Hazora ke instansi pemerintah terus didorong dengan target penjualan tahun 2026 meningkat dari sekitar Rp3 miliar menjadi Rp5 miliar rupiah.(thn)
Copyright © 2024 K Radio Jember 102,9 FM Developed by Sevenlight.ID.