Pemerintah Kabupaten Jember melalui Satgas Percepatan SPPG melakukan supervisi dan pemetaan potensi masalah dapur SPPG di seluruh wilayah Jember, Jumat (29/5/26). Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan operasional dapur program makan bergizi berjalan sesuai standar.
Dari total 209 SPPG yang beroperasi, Pemkab Jember menerjunkan 31 tim ke masing-masing kecamatan. Setiap tim melakukan supervisi terhadap lima hingga delapan dapur SPPG.
Tim supervisi terdiri dari sejumlah OPD seperti Disnaker, Diskopumdag, Perkimlh, DPMPTSP, Dinkes, DPUPR, serta dipimpin langsung oleh camat selaku Ketua Satgas SPPG Kecamatan. Kegiatan ini juga melibatkan unsur TNI dan Polri setempat.
Ketua Satgas Kecamatan Pakusari, Rifendi Wahjubakti menyampaikan, dalam supervisi tersebut petugas memeriksa berbagai persyaratan operasional dapur. Mulai dari dokumen SLHS, kondisi bangunan, ruang produksi, instalasi pengolahan air limbah atau IPAL, kebersihan lingkungan, hingga perlengkapan keselamatan kerja dan kotak P3K.
Salah satu temuan di wilayah Pakusari adalah masih adanya sejumlah dapur SPPG yang belum memiliki saluran IPAL layak. Limbah dapur masih dibuang ke tempat terbuka maupun ke saluran air umum.
Ia menegaskan, seluruh temuan di lapangan nantinya akan menjadi bahan rekomendasi perbaikan bagi pengelola SPPG agar operasional dapur memenuhi standar kesehatan dan lingkungan.(thn)
Copyright © 2024 K Radio Jember 102,9 FM Developed by Sevenlight.ID.