KEMARAU BELUM PUNCAK, WARGA JEMBER SUDAH KRISIS AIR BERSIH, PMI WANTI-WANTI KEKERINGAN HINGGA 2027

KEMARAU BELUM PUNCAK, WARGA JEMBER SUDAH KRISIS AIR BERSIH, PMI WANTI-WANTI KEKERINGAN HINGGA 2027

KEMARAU BELUM PUNCAK, WARGA JEMBER SUDAH KRISIS AIR BERSIH, PMI WANTI-WANTI KEKERINGAN HINGGA 2027

Musim kemarau memicu krisis air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Jember. Salah satu daerah yang terdampak berada di Dusun Bunder, Desa Sumberpinang, Kecamatan Pakusari, di mana puluhan keluarga mulai kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih untuk aktivitas sehari-hari.

Untuk membantu warga, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember terus menyalurkan bantuan air bersih. Hingga Selasa kemarin, (14/7/26) distribusi telah dilakukan sebanyak enam kali sejak awal Juli, dengan total hampir 30 ribu liter air bersih disalurkan kepada 66 kepala keluarga atau 158 jiwa.

Setiap dua hari sekali, PMI mengerahkan satu unit truk tangki berkapasitas 5.000 liter. Air bersih tersebut disalurkan ke enam tandon yang ditempatkan di sekitar pemukiman warga agar lebih mudah diakses masyarakat.

Penyaluran bantuan juga dipantau langsung oleh Ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI Provinsi Jawa Timur, Edi Purwinarto. Menurutnya, fenomena El Nino diperkirakan membuat musim kemarau berlangsung lebih panjang, dengan puncak kekeringan diprediksi terjadi pada Agustus hingga Oktober, bahkan berpotensi berlanjut hingga awal tahun 2027.

PMI Jawa Timur mencatat, dari 38 kabupaten dan kota di provinsi Jawa Timur, sebanyak 29 daerah berpotensi mengalami kekeringan. Hingga saat ini, 11 daerah telah menetapkan status darurat kekeringan, sementara baru enam daerah yang aktif mendistribusikan bantuan air bersih kepada masyarakat terdampak, termasuk Kabupaten Jember.

PMI memastikan pendistribusian bantuan air bersih akan terus dilakukan selama warga masih mengalami kesulitan memperoleh pasokan air bersih di tengah musim kemarau.(thn)

Copyright © 2024 K Radio Jember 102,9 FM Developed by Sevenlight.ID.

avatar
Kradio