Pemerintah melalui KPPG memastikan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG di Jalan Teratai Kecamatan Kaliwates, Jember, ditutup sementara pasca peristiwa keracunan yang menimpa 18 murid TK dan PAUD, diduga usai mengonsumsi makanan program Makan Bergizi Gratis pada Rabu kemarin.
Perwakilan KPPG Jember, Muhammad Ishomuddin, Kamis (21/5/26) menyampaikan, penghentian distribusi makanan mulai dilakukan hari ini sambil menunggu hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan yang telah diamankan petugas.
Menurut Ishomuddin, keputusan penghentian operasional terhadap dapur SPPG yang telah beroperasi kurang lebih tiga bulan itu bersifat sementara dan dilakukan sebagai langkah evaluasi terhadap fasilitas dapur maupun proses pengolahan makanan.
Dalam pemeriksaan lapangan, tim menemukan sejumlah fasilitas yang belum sesuai standar keamanan pangan. Salah satunya alat penyaring lemak yang masih menggunakan bahan besi. Padahal standar yang ditetapkan harus menggunakan stainless steel karena lebih aman dan tidak mudah berkarat.
Selain itu, tim pengawas juga memberikan catatan terkait pemantauan suhu ruang pengolahan makanan serta tata penyimpanan bahan baku basah dan kering yang harus dipisahkan sesuai prosedur.
Ishomuddin menambahkan, operasional SPPG baru akan kembali berjalan setelah seluruh fasilitas diperbaiki dan hasil uji makanan dinyatakan aman. Pihak KPPG menegaskan, penghentian sementara ini dilakukan demi memastikan keamanan makanan sebelum layanan MBG kembali diberikan kepada masyarakat.
Sebagai informasi, ada empat korban dugaan keracunan yang harus menjalani rawat inap di RS Kaliwates, satu orang di Puskesmas Kaliwates, dan satu orang di Puskesmas Jember Kidul. Selebihnya menjalani rawat jalan.(thn)
Copyright © 2024 K Radio Jember 102,9 FM Developed by Sevenlight.ID.