Pemerintah Kabupaten Jember terus mencari solusi penanganan persoalan sampah yang hingga kini masih menjadi pekerjaan rumah besar. Bupati Jember, Muhammad Fawait Senin (25/5/2026) menyebut, persoalan sampah yang terjadi saat ini merupakan masalah lama yang belum terselesaikan secara maksimal sejak bertahun-tahun lalu.
Menurutnya, regulasi terkait pengelolaan sampah sebenarnya sudah jelas diatur dalam undang-undang. Namun pelaksanaannya dinilai belum berjalan optimal di tingkat pemerintah daerah.
Ia mengaku, pemerintah daerah saat ini seolah “ketiban sampur” atau menerima dampak persoalan yang sudah berlangsung sejak lama. Meski demikian, dirinya menegaskan tidak ingin mencari siapa yang salah, melainkan fokus mencari solusi agar persoalan sampah segera teratasi.
Gus Fawait mengatakan, penanganan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Karena itu, ia mulai mengajak berbagai pihak ikut terlibat, termasuk lingkungan sekolah.
Bupati minta kepala sekolah membantu membangun kebiasaan memilah sampah organik dan non-organik sejak dini kepada para siswa. Langkah tersebut dinilai penting untuk membentuk budaya pengelolaan sampah yang lebih baik di masyarakat.
Selain dunia pendidikan, Pemkab Jember juga mendorong keterlibatan sektor usaha dalam pengolahan sampah mandiri. Bupati menyebut, sejumlah daerah lain di Indonesia sudah mampu melibatkan pelaku usaha dalam pengelolaan sampah secara mandiri.
Karena itu, ia berharap seluruh elemen masyarakat di Jember dapat ikut membantu pemerintah mengatasi persoalan sampah yang selama ini menjadi keluhan warga. Bupati Fawait optimistis, jika dilakukan bersama-sama dan konsisten, persoalan sampah di Kabupaten Jember dapat segera diselesaikan secara bertahap.(thn)
Copyright © 2024 K Radio Jember 102,9 FM Developed by Sevenlight.ID.