Karet menjadi komoditas utama penyumbang pendapatan Perumda Perkebunan Kahyangan Jember. Di tengah kuatnya citra Jember sebagai daerah penghasil kopi, justru sekitar 70 persen pemasukan perusahaan berasal dari komoditas karet.
Direktur Produksi, Pemasaran, dan Pengembangan PDP Kahyangan Jember, Nyoman Aribowo, Kamis (9/7/2026) menjelaskan, kontribusi karet jauh lebih besar dibandingkan komoditas lainnya. Setiap tahun, PDP Kahyangan mampu memproduksi sekitar 1.000 ton karet setengah jadi yang dipasarkan melalui sistem lelang.
Selain tingginya produksi, meningkatnya harga jual karet juga menjadi faktor yang mendongkrak pendapatan perusahaan. Menguatnya nilai tukar dolar turut mendorong kenaikan harga karet di pasar ekspor.
Saat ini, harga karet berada di kisaran Rp34.000 hingga Rp35.000 per kilogram. Bahkan, untuk karet berkualitas tinggi, harganya dapat menembus Rp40.000 per kilogram. Kondisi ini jauh lebih baik dibanding sebelumnya, ketika harga masih berada di bawah Rp30.000 per kilogram.
Nyoman menyebut tren positif tersebut memberikan dampak signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan.
Menurutnya, Indonesia merupakan eksportir karet terbesar kedua di dunia, dan Perumda Perkebunan Kahyangan menjadi salah satu produsen yang ikut memasok kebutuhan pasar melalui produksi sekitar 1.000 ton karet setiap tahunnya.
Dengan kontribusi mencapai sekitar 70 persen terhadap total pendapatan perusahaan, karet kini menjadi komoditas andalan Perumda Kahyangan sekaligus penopang utama kinerja usaha perkebunan milik Pemerintah Kabupaten Jember.(thn)
Copyright © 2024 K Radio Jember 102,9 FM Developed by Sevenlight.ID.