PDIP JEMBER DUKUNG PEMUTAKHIRAN DATA KEMISKINAN, SOROTI SALAH SASARAN BANSOS

PDIP JEMBER DUKUNG PEMUTAKHIRAN DATA KEMISKINAN, SOROTI SALAH SASARAN BANSOS

PDIP JEMBER DUKUNG PEMUTAKHIRAN DATA KEMISKINAN, SOROTI SALAH SASARAN BANSOS

Pemutakhiran data kemiskinan di Kabupaten Jember mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Jember.

Ketua DPC PDIP Jember, Widarto, Selasa (21/4/26) menyatakan pihaknya sepakat dengan langkah pemerintah daerah untuk memperbarui data kemiskinan. Menurutnya, selama ini masih banyak keluhan masyarakat terkait penyaluran bantuan sosial yang belum tepat sasaran.

Widarto menjelaskan, persoalan yang muncul mencakup inclusion error, yakni penerima bantuan yang tidak layak, serta exclusion error, yaitu warga yang seharusnya menerima bantuan namun justru tidak terdata.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa proses pendataan yang saat ini dilakukan masih sebatas verifikasi dan validasi terhadap data yang sudah ada, khususnya pada kelompok desil satu atau penerima bansos selama ini.

Widarto mengingatkan, masyarakat tidak serta-merta akan langsung masuk sebagai penerima bantuan hanya karena adanya pendataan ulang. Pasalnya, proses ini belum menyasar warga miskin yang belum pernah terdata sebelumnya.

Lebih lanjut, PDI Perjuangan mendorong agar proses validasi data kemiskinan dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan berbagai unsur. Tidak hanya Aparatur Sipil Negara, tetapi juga tokoh masyarakat, perangkat desa, hingga unsur partai politik.

Menurutnya, keterlibatan banyak pihak penting untuk memastikan data yang dihasilkan benar-benar akurat. Sebab, petugas dari luar wilayah belum tentu memahami kondisi riil kehidupan masyarakat sehari-hari.

Widarto menambahkan, hasil pendataan sebaiknya dibahas dalam forum musyawarah desa maupun kelurahan, sehingga dapat diuji bersama terkait kelayakan penerima bantuan, sekaligus membuka peluang usulan bagi warga yang belum terdata.

Ia menegaskan, PDIP siap terlibat dalam proses validasi tersebut demi memastikan data kemiskinan yang akurat. Dengan data yang tepat, penanganan kemiskinan diharapkan bisa lebih efektif dan sesuai kebutuhan masyarakat.

Widarto mengibaratkan, penanganan kemiskinan harus berbasis data yang benar, layaknya pengobatan yang harus sesuai dengan penyakit yang diderita.(thn)

Copyright © 2024 K Radio Jember 102,9 FM Developed by Sevenlight.ID.

avatar
Kradio