Kabupaten Jember menyatakan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana. Hal ini ditandai dengan apel siaga yang digelar di PPG Sidomulyo, Kecamatan Silo, Minggu (26/4/25).
Suara sirine yang menggema di lokasi apel menjadi simbol kesiapan seluruh elemen di Kabupaten Jember dalam menghadapi berbagai potensi bencana.
Kepala BPBD Jember, Edy Budi Susilo, menyampaikan bahwa memasuki akhir musim penghujan di bulan April, pemerintah daerah mulai bersiap menghadapi peralihan menuju musim kemarau. Kondisi ini, menurutnya, berpotensi memicu darurat kekeringan yang diprediksi berlangsung hingga Agustus mendatang.
Tidak hanya itu, dalam talkshow yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan, Edy menyebut Kabupaten Jember sebagai “supermarket bencana”. Istilah ini menggambarkan tingginya frekuensi serta beragam jenis bencana yang terjadi di wilayah Jember. Mulai dari banjir, angin kencang, pohon tumbang, hingga tanah longsor, menjadi ancaman yang harus diantisipasi bersama.
Sepanjang awal tahun hingga Maret 2026 saja, tercatat sebanyak 276 kejadian bencana terjadi di Jember. Seluruh kejadian tersebut telah ditangani oleh BPBD bersama relawan dan berbagai pihak terkait lainnya.
Melalui apel kesiapsiagaan ini, pemerintah daerah ingin memastikan koordinasi lintas sektor berjalan optimal, sehingga respons terhadap bencana dapat dilakukan secara cepat dan tepat.
Usai apel, kegiatan dilanjutkan dengan penamaan pohon sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, serta pelepasan benih ikan sebagai upaya menjaga keseimbangan ekosistem.
Dengan kesiapsiagaan yang terus diperkuat, diharapkan Kabupaten Jember mampu meminimalkan dampak bencana, sekaligus meningkatkan ketangguhan masyarakat dalam menghadapi berbagai ancaman alam.(thn)
Copyright © 2024 K Radio Jember 102,9 FM Developed by Sevenlight.ID.