Jembatan Mrawan di Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, menjadi salah satu landmark perkeretaapian yang masih aktif digunakan hingga saat ini. Jembatan kereta api terpanjang di wilayah PT KAI Daop 9 Jember tersebut tidak hanya memiliki nilai sejarah tinggi, tetapi juga menjadi daya tarik bagi pecinta kereta api dan fotografi.
Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, Sabtu (13/6/26) mengatakan, Jembatan Mrawan memiliki panjang sekitar 178 meter dengan ketinggian mencapai 60 meter. Infrastruktur yang dibangun pada tahun 1901 hingga 1902 oleh perusahaan kereta api Hindia Belanda, Staatsspoorwegen, itu hingga kini tetap menjadi jalur vital penghubung Jember dan Banyuwangi.
Keunikan Jembatan Mrawan terletak pada lokasinya yang berada di antara dua terowongan bersejarah, yakni Terowongan Mrawan dan Terowongan Garahan. Berbeda dengan kebanyakan jembatan kereta api yang melintasi sungai, di bawah jembatan ini terdapat pemukiman warga, fasilitas pendidikan, serta kawasan industri pengolahan kopi dan karet milik PTPN XII.
Meski telah beroperasi lebih dari satu abad, KAI Daop 9 Jember memastikan kondisi jembatan tetap andal dan aman melalui inspeksi serta perawatan rutin. Pemeriksaan dilakukan terhadap struktur jembatan, rel, bantalan, sambungan, hingga komponen pendukung lainnya sesuai standar keselamatan perkeretaapian.
Selain berfungsi sebagai jalur transportasi, Jembatan Mrawan juga menyuguhkan panorama alam khas kawasan Gumitir. Penumpang kereta yang melintas dapat menikmati pemandangan hutan, perkebunan kopi, dan hamparan kebun karet yang membentang di sepanjang perjalanan.
KAI Daop 9 Jember menegaskan komitmennya untuk terus menjaga keandalan infrastruktur sekaligus melestarikan warisan sejarah perkeretaapian Indonesia yang masih beroperasi hingga sekarang.(thn)
Copyright © 2024 K Radio Jember 102,9 FM Developed by Sevenlight.ID.