Kelangkaan LPG subsidi tiga kilogram di Kabupaten Jember masih dirasakan masyarakat. Pemerintah Kabupaten Jember menilai, salah peruntukan penggunaan menjadi faktor utama yang memicu langkanya gas melon di tengah masyarakat.
Menanggapi kondisi tersebut, Pemkab Jember langsung menggencarkan operasi pasar murah LPG subsidi. Langkah ini diambil untuk membantu warga yang kesulitan mendapatkan gas sekaligus menstabilkan harga di tingkat pengecer yang sempat melambung.
Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Jember, Sartini, Kamis (23/426) mengatakan, operasi pasar dilakukan bekerja sama dengan Pertamina Patra Niaga. Kegiatan ini telah dimulai sejak awal pekan dan digelar di kantor-kantor kecamatan hingga 4 Mei mendatang.
Di setiap kecamatan, disediakan sekitar 300 tabung LPG subsidi. Masyarakat dapat membeli dengan harga sesuai Harga Eceran Tertinggi, yakni Rp18 ribu per tabung, dengan ketentuan satu kepala keluarga hanya boleh membeli satu tabung.
Sartini menegaskan, kelangkaan yang terjadi bukan karena kurangnya pasokan, melainkan karena penggunaan yang tidak sesuai peruntukan. Ia menyebut masih ditemukan pelaku usaha seperti laundry, kafe, hingga hotel yang menggunakan LPG subsidi, yang sejatinya diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu.
Melalui operasi pasar ini, pemerintah berharap distribusi LPG subsidi bisa kembali tepat sasaran. Pemkab Jember juga mengimbau pelaku usaha untuk tidak lagi menggunakan LPG bersubsidi, agar ketersediaannya tetap terjaga bagi warga yang benar-benar membutuhkan.(thn)
Copyright © 2024 K Radio Jember 102,9 FM Developed by Sevenlight.ID.