BERBAJU HITAM! ALIANSI MAHASISWA JEMBER GELAR AKSI INDONESIA CEMAS, KRITIK KEBIJAKAN PEMERINTAH

BERBAJU HITAM! ALIANSI MAHASISWA JEMBER GELAR AKSI INDONESIA CEMAS, KRITIK KEBIJAKAN PEMERINTAH

BERBAJU HITAM! ALIANSI MAHASISWA JEMBER GELAR AKSI INDONESIA CEMAS, KRITIK KEBIJAKAN PEMERINTAH

Berawal dari rasa cemas terhadap kondisi nasional yang dinilai semakin jauh dari kepentingan rakyat kecil, ratusan aktivis mahasiswa di Jember yang tergabung dalam kelompok Cipayung dan aliansi BEM se-Jember turun ke jalan, Senin siang (15/6/26). 

Mereka memadati bundaran DPRD Jember. Pakaian serba hitam yang dikenakan para peserta aksi menjadi simbol duka dan keprihatinan atas berbagai persoalan yang terjadi di negeri ini.

Di tengah kerumunan massa, bendera-bendera organisasi mahasiswa seperti PMII, HMI, GMNI, dan IMM berkibar tertiup angin. Atribut itu seolah menjadi penyemangat bagi para mahasiswa yang datang dengan satu tujuan, menyuarakan kegelisahan masyarakat.

Dalam aksi bertajuk Indonesia Cemas, para mahasiswa secara bergantian menyampaikan orasi. Mereka menyoroti sejumlah persoalan nasional, mulai dari kenaikan harga BBM, pelemahan nilai tukar rupiah, dugaan kasus korupsi dalam program Makan Bergizi Gratis, hingga kebijakan yang dinilai kurang berpihak kepada rakyat kecil, termasuk pengesahan Undang-Undang Polri.

Koordinator lapangan aksi, Alfin Maulana, mengatakan keresahan yang dirasakan masyarakat harus mendapat perhatian serius dari pemerintah. Menurutnya, berbagai kebijakan yang diambil saat ini perlu dievaluasi agar benar-benar memberikan manfaat bagi rakyat.

Usai menyampaikan orasi di bundaran DPRD, massa aksi ditemui pimpinan dan beberapa anggota DPRD Jember untuk menyerahkan tuntutan sekaligus berdialog.

Sementara itu, puluhan personel kepolisian telah disiagakan sejak pagi untuk mengawal jalannya aksi. Rekayasa lalu lintas juga diterapkan di sekitar lokasi guna mengantisipasi kepadatan kendaraan selama unjuk rasa berlangsung.(thn)

Copyright © 2024 K Radio Jember 102,9 FM Developed by Sevenlight.ID.

avatar
Kradio