STUNTING BUKAN SEKADAR ANAK PENDEK, BKKBN INGATKAN DAMPAK PADA KECERDASAN ANAK

STUNTING BUKAN SEKADAR ANAK PENDEK, BKKBN INGATKAN DAMPAK PADA KECERDASAN ANAK

STUNTING BUKAN SEKADAR ANAK PENDEK, BKKBN INGATKAN DAMPAK PADA KECERDASAN ANAK

Stunting masih menjadi salah satu tantangan dalam menyiapkan generasi berkualitas menuju Indonesia Emas 2045. Upaya pencegahannya tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh anggota keluarga, terutama orang tua dalam memastikan pemenuhan gizi dan pola pengasuhan anak.

Hal tersebut disampaikan Kepala UPT Balai Diklat KKB Malang, Irfan Indriastono, saat menjadi pemateri dalam Sosialisasi Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana, di Jember, Kamis (5/11/26).

Irfan menjelaskan, stunting bukan sekadar persoalan ukuran tubuh anak yang lebih pendek dibandingkan anak seusianya. Kondisi tersebut berkaitan dengan gangguan pertumbuhan dan perkembangan yang dapat berdampak pada kemampuan kognitif atau kecerdasan anak apabila tidak ditangani sejak dini.

Menurutnya, anak bertubuh pendek belum tentu mengalami stunting karena faktor genetik juga berpengaruh. Namun, kekurangan asupan gizi dalam jangka panjang, terlebih jika disertai infeksi berulang, dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan otak anak.

Karena itu, masyarakat diminta lebih memperhatikan pemenuhan gizi sejak masa kehamilan hingga anak memasuki usia balita. Irfan menyebut, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita menjadi tiga kelompok sasaran yang perlu mendapatkan perhatian khusus dalam upaya pencegahan stunting.

Ia juga menekankan pentingnya perencanaan keluarga, termasuk kesiapan sebelum menikah, merencanakan kehamilan, hingga mengatur jarak kelahiran anak. Menurutnya, pembangunan keluarga berkualitas harus dimulai dari lingkungan keluarga sebagai tempat pendidikan pertama bagi anak.

Selain pemenuhan gizi, keterlibatan ayah dalam pengasuhan juga menjadi perhatian. Irfan mengingatkan fenomena fatherless, yakni kondisi ketika anak kehilangan kehadiran dan pendampingan emosional seorang ayah, meskipun secara fisik masih ada.

Ia berharap, melalui keterlibatan pemerintah, tenaga pendamping keluarga, dan masyarakat, upaya pencegahan stunting dapat berjalan lebih optimal. Sehingga anak-anak Jember tumbuh sehat, cerdas, dan berkualitas sebagai generasi penerus bangsa.(thn)

Copyright © 2024 K Radio Jember 102,9 FM Developed by Sevenlight.ID.

avatar
Kradio