Krisis sampah di Kabupaten Jember dinilai dapat diatasi melalui kerja sama pengelolaan sampah terpadu dengan investor. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi beban APBD sekaligus menangani persoalan tumpukan sampah di TPA yang kini sudah melebihi kapasitas.
Kondisi tempat pembuangan akhir di Kabupaten Jember saat ini disebut semakin memprihatinkan. Sistem open dumping dengan tumpukan sampah mencapai puluhan meter dinilai berpotensi memicu pencemaran lingkungan serta mengganggu kesehatan masyarakat sekitar.
Anggota Komisi A DPRD Jember, Tabroni, Kamis, (7/5/26) mengatakan, pemerintah daerah perlu segera menerapkan sistem pengelolaan sampah yang modern dan terpadu. Menurutnya, keterlibatan investor dapat menjadi solusi agar sampah tidak hanya dibuang, tetapi juga diolah menjadi produk bernilai ekonomi.
Selain persoalan TPA yang over capacity, legislatif juga menyoroti masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam memilah sampah dari rumah tangga. Keterbatasan armada pengangkut sampah juga dinilai menjadi kendala dalam penanganan sampah di lapangan.
Dengan pengelolaan yang lebih serius dan melibatkan pihak swasta, sampah diharapkan tidak lagi menjadi persoalan lingkungan semata namun juga mampu menjadi potensi ekonomi baru bagi Kabupaten Jember.(thn)
Copyright © 2024 K Radio Jember 102,9 FM Developed by Sevenlight.ID.