Kabupaten Jember bersiap memiliki pusat kreativitas baru melalui Soft Launching Jember Creative Center (JCC) yang dijadwalkan berlangsung pada 26 Juli 2026. Kehadiran JCC diharapkan menjadi rumah bersama bagi para pelaku ekonomi kreatif lintas subsektor, sekaligus mendorong lahirnya ide, karya, hingga peluang usaha baru yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pengurus JCC dari subsektor musik, Dedy Kurniawan, saat talkshow di K Radio, Selasa (22/7/2026), mengatakan, JCC dibangun sebagai wadah kolaborasi bagi para kreator yang selama ini masih berkarya secara terpisah. Menurutnya, JCC menjadi ruang untuk mempertemukan berbagai komunitas kreatif agar dapat saling berkolaborasi, berinovasi, dan berkembang bersama.
Dedy menjelaskan, Jember memiliki potensi ekonomi kreatif yang sangat besar dengan jumlah penduduk sekitar 2,6 juta jiwa, termasuk sekitar 800 ribu anak muda yang menjadi kekuatan utama dalam pengembangan industri kreatif. Karena itu, JCC hadir sebagai pusat aktivitas berbagai subsektor ekonomi kreatif, mulai dari game, musik, seni rupa, film, fotografi, desain komunikasi visual, kriya, hingga subsektor lainnya. Dari ruang inilah diharapkan lahir ide-ide baru yang mampu berkembang menjadi produk dan usaha bernilai ekonomi.
Lebih jauh, Dedy berharap keberadaan JCC mampu memperkuat identitas baru Kabupaten Jember. Jika selama ini Jember dikenal melalui Jember Fashion Carnaval (JFC) dan kopi, ke depan Jember juga ditargetkan menjadi salah satu destinasi pembelajaran ekonomi kreatif di Indonesia.
Sementara itu, pengurus JCC dari subsektor seni rupa, Wibisono, mengatakan JCC akan menyediakan berbagai fasilitas yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mengembangkan bakat dan kreativitas. Mulai dari studio rekaman bagi musisi, panggung pertunjukan bagi pegiat seni pertunjukan, ruang pamer karya, hingga ruang belajar seni bagi anak-anak dan generasi muda.
Menurutnya, pada pelaksanaan soft launching 26 Juli mendatang, masyarakat dapat mengunjungi Gedung JCC yang sebelumnya Gedung Jember Nusantara secara gratis. Pengunjung dapat berkonsultasi, melihat pameran, menyaksikan berbagai pertunjukan, hingga mengenal lebih dekat aktivitas komunitas kreatif. Pengunjung hanya dikenakan biaya apabila membeli makanan, karya seni, atau produk yang dipasarkan oleh pelaku ekonomi kreatif.
Wibisono menegaskan, JCC bukan hanya menjadi rumah bagi para seniman, tetapi rumah bersama bagi seluruh masyarakat Jember yang memiliki semangat untuk berkarya. Menurutnya, satu kata yang menjadi roh JCC adalah kolaborasi. Karena itu, seluruh komunitas, pelaku usaha kreatif, akademisi, pemerintah, dunia usaha, hingga masyarakat umum diajak bersama-sama membangun ekosistem kreatif Jember.
Dengan mengusung semangat "Berdaya, Berkarya, dan Sejahtera", Jember Creative Center diharapkan mampu menjadi pusat lahirnya inovasi, mengubah hobi menjadi karya yang bernilai ekonomi, serta melahirkan generasi kreatif yang mampu membawa nama Jember semakin dikenal, baik di tingkat nasional maupun internasional. (rz)
Copyright © 2024 K Radio Jember 102,9 FM Developed by Sevenlight.ID.