Pemerintah Kabupaten Jember berencana melakukan peremajaan kelompok tani dengan melibatkan lebih banyak generasi muda dalam struktur kepengurusan. Langkah ini dinilai penting untuk mempercepat adaptasi sektor pertanian terhadap perkembangan teknologi dan¹ kebutuhan administrasi modern.
Bupati Jember, Muhammad Fawait, Selasa (16/6/26) meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan berkoordinasi dengan camat serta kelompok tani di seluruh wilayah Jember. Menurutnya, upaya tersebut bukan untuk merombak kepengurusan yang sudah ada, melainkan menambah keterlibatan putra-putri petani agar menjadi bagian dari pengurus kelompok tani.
Gus Fawait menjelaskan, kehadiran generasi muda dibutuhkan untuk mempercepat pemanfaatan teknologi informasi, termasuk dalam proses pengajuan bantuan, peralatan pertanian, hingga berbagai program pemerintah. Regenerasi petani juga dinilai penting untuk menjamin keberlanjutan sektor pertanian di masa depan.
Selain mendorong regenerasi kelompok tani, Pemkab Jember juga berencana menambah tenaga pendamping pertanian pada tahun 2027. Saat ini, beban kerja pendamping dinilai cukup berat karena satu orang harus menangani lebih dari satu desa.
Ke depan, Pemkab menargetkan setiap desa memiliki minimal satu pendamping pertanian agar pelayanan kepada petani dan kelompok tani lebih optimal. Bahkan, jika memungkinkan, jumlah pendamping akan ditambah lebih dari satu orang di setiap desa guna meningkatkan produktivitas pertanian.
Bupati menegaskan, program regenerasi kelompok tani dan penambahan pendamping pertanian bukan sekadar wacana, melainkan bagian dari langkah konkret pemerintah untuk memperkuat sektor pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani di Kabupaten Jember.(thn)
Copyright © 2024 K Radio Jember 102,9 FM Developed by Sevenlight.ID.