Pemerintah Kabupaten Jember memberlakukan Work From Home atau WFH bagi sejumlah pegawai serta pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi pelajar pada 10 - 12 September 2026. Kebijakan ini menyusul kelangkaan BBM yang memicu antrean panjang di sejumlah SPBU selama sepekan terakhir.
Bupati Jember Muhammad Fawait, Kamis (10/9/2026) mengatakan, kebijakan tersebut diambil sebagai langkah taktis untuk membantu menormalkan kembali penjualan BBM di SPBU. Dengan berkurangnya mobilitas masyarakat, diharapkan antrean panjang tidak kembali terjadi.
Menurut Gus Fawait, masyarakat tidak perlu khawatir terkait ketersediaan BBM. Ia memastikan stok dalam kondisi aman dan mencukupi. Bahkan, pemerintah bersama pihak terkait telah melakukan penambahan pasokan lebih dari 35 persen dari total kebutuhan.
Meski antrean di sejumlah SPBU mulai berangsur normal, pemantauan distribusi BBM tetap dilakukan. Bupati berharap kondisi tersebut dapat kembali sepenuhnya normal mulai pekan depan.
Dampak antrean BBM sebelumnya juga dirasakan di lingkungan sekolah. Humas SMP Negeri 2 Jember, Taufikurrahman, mengatakan sejak Senin jumlah siswa yang izin meningkat, sekitar tiga hingga empat siswa setiap hari. Namun, pihak sekolah tidak menerima laporan khusus dari orang tua yang mengaitkan ketidakhadiran siswa dengan antrean BBM.
Menindaklanjuti edaran Pemkab, SMP Negeri 2 Jember menerapkan pembelajaran jarak jauh pada Kamis , Jumat dan Sabtu. Guru menggunakan Zoom dan G-meet untuk menyampaikan materi, memberikan latihan soal, maupun pembahasan pelajaran.
Taufikurrahman menambahkan, meski pembelajaran daring tetap dapat berjalan, tatap muka dinilai lebih efektif karena guru bisa berinteraksi langsung dengan siswa. Namun, dalam kondisi mendesak akibat persoalan BBM, sekolah tetap mengikuti arahan pemerintah dan memastikan pembelajaran tetap berlangsung.(thn)
Copyright © 2024 K Radio Jember 102,9 FM Developed by Sevenlight.ID.