Nasib buruh di Kabupaten Jember masih memprihatinkan. Serikat pekerja mengungkapkan, hingga kini masih banyak buruh, khususnya di sektor perkebunan dan gudang, yang hidup di bawah garis kemiskinan dan membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah.
Ketua SPSI Jember, Taufik Rahman, Sabtu (2/4/26) menegaskan, bahwa kondisi ini menjadi pekerjaan rumah bersama. Ia menyebut, tidak sedikit pekerja yang selama ini luput dari bantuan karena dianggap telah memiliki penghasilan tetap, padahal realitas di lapangan menunjukkan sebaliknya.
Menurutnya, Kabupaten Jember sebagai daerah agraris memiliki karakteristik berbeda dengan wilayah industri. Meski sektor pertanian dan perkebunan relatif tahan terhadap krisis, namun pertumbuhannya lambat dan berdampak pada rendahnya tingkat kesejahteraan buruh.
Taufik Rahman menambahkan, banyak pekerja perkebunan yang masih harus berjuang memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Kondisi ini menunjukkan perlunya kebijakan yang lebih berpihak, agar buruh di sektor tersebut tidak terus berada dalam lingkaran kemiskinan.
Di sisi lain, pihaknya tetap menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Jember atas perhatian yang telah diberikan kepada pekerja. Apresiasi itu diharapkan menjadi awal penguatan komitmen untuk menghadirkan kebijakan yang lebih menyentuh buruh kecil.
SPSI Jember juga menegaskan siap berkolaborasi dengan pemerintah untuk mendorong terciptanya hubungan industrial yang harmonis, dinamis, dan berkeadilan, sekaligus memperjuangkan peningkatan kesejahteraan buruh dan keluarganya.
Serikat pekerja berharap, Pemkab Jember dapat lebih fokus memperhatikan buruh yang masih berada di bawah garis kemiskinan, agar ke depan kesejahteraan mereka dapat meningkat secara nyata.(thn)
Copyright © 2024 K Radio Jember 102,9 FM Developed by Sevenlight.ID.