Kesederhanaan mewarnai silaturahmi dan sahur bersama Bupati Jember, Muhammad Fawait, dengan para kiai, gus, dan lora di Pendopo Wahyawibawagraha, Minggu dinihari (15/3/26).
Suasana hangat terasa dalam forum dialog yang digelar secara lesehan di lantai dua pendopo. Menariknya, di belakang forum tampak berserakan sandal jepit usang milik para peserta yang hadir.
Pemandangan sederhana ini justru menjadi simbol kebersahajaan, ketangguhan, sekaligus kesetaraan para tokoh pesantren dengan masyarakat.
Bupati Jember, Muhammad Fawait, mengatakan forum silaturahmi tersebut menjadi ruang terbuka bagi para pengasuh pondok pesantren untuk menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi.
Mulai dari persoalan perizinan pondok pesantren, layanan kesehatan bagi santri, hingga masalah banjir yang kerap berdampak pada lingkungan pesantren.
Dalam pertemuan itu juga disepakati pembentukan forum bersama yang akan diketuai oleh Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Pemkab Jember. Forum tersebut diharapkan menjadi wadah komunikasi rutin antara pemerintah daerah dan pondok pesantren.
Melalui forum tersebut, pemerintah kabupaten ingin memastikan berbagai target program dapat tercapai. Diantaranya pencegahan pernikahan dini, hingga sosialisasi program beasiswa bagi masyarakat.
Bupati juga menilai peran pondok pesantren sangat strategis. Pasalnya, tidak sedikit pesantren berada di wilayah pedesaan, sementara kantong kemiskinan di Kabupaten Jember juga banyak tersebar di daerah pedesaan.
Karena itu, pemerintah kabupaten ingin melibatkan pondok pesantren untuk turut berperan dalam upaya pengentasan kemiskinan beserta berbagai dampak turunannya.
Pertemuan yang berlangsung penuh keakraban di malam bulan Ramadhan tersebut kemudian ditutup dengan sahur bersama antara bupati dan para kiai serta tokoh pesantren yang hadir.(thn)
Copyright © 2024 K Radio Jember 102,9 FM Developed by Sevenlight.ID.