Sejumlah pedagang Pasar Tanjung Jember menyatakan menolak rencana revitalisasi pasar dengan anggaran sekitar Rp250 miliar. Para pedagang mengaku lebih menginginkan renovasi, tanpa harus memindahkan aktivitas perdagangan dalam waktu lama.
Salah satu pedagang palawija lantai dua Pasar Tanjung, Abdul Qodir Jaelani, Kamis (24/9/2026 mengatakan, kekhawatiran utama pedagang adalah hilangnya sumber pendapatan selama proses revitalisasi berlangsung. Menurutnya, berdagang di Pasar Tanjung merupakan satu-satunya sumber penghidupan bagi sebagian besar pedagang.
Para pedagang khawatir, apabila revitalisasi membutuhkan waktu cukup lama dan aktivitas perdagangan harus dihentikan atau dipindahkan, mereka akan kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Karena itu, mereka meminta pemerintah mempertimbangkan renovasi sebagai alternatif untuk memperbaiki kondisi pasar.
Insert, Abdul Qodir
Menanggapi aspirasi tersebut, Bupati Jember Muhammad Fawait mengatakan gagasan penataan hingga revitalisasi Pasar Tanjung juga muncul dari permintaan para pedagang. Pemerintah daerah ingin Pasar Tanjung sebagai salah satu simbol perekonomian wong cilik dapat menjadi lebih baik dan maju.
Gus Fawait menegaskan, rencana penanganan Pasar Tanjung masih akan dibicarakan lebih lanjut. Pemerintah daerah akan melihat apakah nantinya penanganan dilakukan melalui renovasi atau revitalisasi.
Untuk saat ini, Pemkab Jember masih memprioritaskan penataan Pasar Tanjung. Penataan tersebut diharapkan dapat memperbaiki kondisi pasar sekaligus tetap mempertimbangkan keberlangsungan aktivitas ekonomi para pedagang.(thn)
Copyright © 2024 K Radio Jember 102,9 FM Developed by Sevenlight.ID.