Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap perilaku hidup bersih dan sehat terus dilakukan di Kabupaten Jember.
Salah satunya melalui program “Je’ MCK e Songai”, atau gerakan promosi kesehatan berbasis media dengan kearifan lokal untuk mendorong perubahan perilaku sanitasi masyarakat Desa Badean, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut dilaksanakan pada 22 September 2026 di Desa Badean.
Sosialisasi diawali dengan pemaparan materi mengenai pentingnya penggunaan jamban sehat, penerapan perilaku hidup bersih dan sehat, serta pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sungai.
Masyarakat juga dilibatkan dalam kegiatan peer teaching. Melalui diskusi dan penyampaian kembali pesan-pesan kesehatan, peserta tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga didorong untuk ikut menyampaikan pesan sanitasi kepada keluarga dan lingkungan di sekitarnya.
Kepala Desa Badean, Purnanto, S.Sos, menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan tersebut.
Menurutnya, persoalan kebersihan sungai bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah desa, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh masyarakat.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi pengingat sekaligus mendorong warga untuk menjaga sungai dan tidak lagi menjadikannya sebagai tempat MCK maupun lokasi membuang sampah.
Setelah pemaparan materi, peserta diajak menyaksikan film pendek edukatif yang mengangkat kehidupan dan persoalan sanitasi di lingkungan Desa Badean.
Film tersebut memiliki pendekatan yang cukup dekat dengan masyarakat karena warga Desa Badean sendiri dilibatkan sebagai talent.
Melalui film tersebut, berbagai persoalan sanitasi yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari masyarakat ditampilkan secara lebih nyata dan mudah dipahami.
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah masih adanya kebiasaan membuang sampah ke sungai, termasuk popok sekali pakai.
Di tengah masyarakat, masih ditemukan kepercayaan bahwa popok bayi perlu dibuang ke sungai agar bayi tidak mengalami “suluten”.
Kebiasaan tersebut menjadi salah satu tantangan dalam upaya meningkatkan perilaku sanitasi masyarakat.
Pasalnya, pembuangan popok maupun sampah lainnya ke sungai berpotensi mencemari lingkungan dan berdampak terhadap kesehatan masyarakat.
Ketua Program Pengabdian, Lisus Setyowati, S.ST., M.Kes, mengatakan pendekatan yang dilakukan tidak sekadar memberikan informasi mengenai perilaku yang perlu diubah.
Masyarakat juga diajak memahami alasan kesehatan dan lingkungan di balik pentingnya perubahan perilaku tersebut.
Karena itu, media yang digunakan dibuat sedekat mungkin dengan kehidupan masyarakat, mulai dari film yang diperankan langsung oleh warga hingga penggunaan jingle berbahasa lokal.
Setelah pemutaran film, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab.
Lima pertanyaan diberikan kepada peserta untuk mengetahui tingkat pemahaman masyarakat sekaligus memperkuat kembali pesan-pesan kesehatan dan sanitasi yang telah disampaikan.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan pengenalan gerakan senam menggunakan jingle “Je’ MCK e Songai”.
Jingle dan gerakan senam tersebut menjadi salah satu inovasi dalam promosi kesehatan dengan memanfaatkan media yang mudah diingat dan dapat dilakukan bersama-sama.
Melalui jingle tersebut, pesan mengenai pentingnya menjaga kebersihan sungai, menggunakan jamban sehat, serta tidak membuang sampah ke sungai diharapkan dapat lebih mudah diterima masyarakat.
Lisus Setyowati berharap jingle dan gerakan senam tersebut tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi.
Pesan yang terkandung di dalamnya diharapkan dapat terus dinyanyikan, gerakannya terus dilakukan, dan yang paling penting, pesan untuk menjaga sungai dapat menjadi kebiasaan bersama.
Program “Je’ MCK e Songai” menjadi salah satu upaya membangun kesadaran masyarakat Desa Badean bahwa perubahan perilaku sanitasi membutuhkan keterlibatan seluruh pihak dan harus dilakukan secara berkelanjutan.(*)
Copyright © 2024 K Radio Jember 102,9 FM Developed by Sevenlight.ID.