Kasus infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA di Kabupaten Jember tercatat mencapai 2.893 kasus hingga minggu ke-37. Angka tersebut mencakup pasien rawat jalan dan rawat inap di sejumlah fasilitas kesehatan. Dari total kasus tersebut, sebanyak 566 pasien menjalani perawatan inap. Pasien tersebar di rumah sakit dan puskesmas di Kabupaten Jember.
Peningkatan kasus ISPA terjadi dalam tiga pekan terakhir. Sejumlah faktor disebut dapat memengaruhi tingginya kasus, mulai dari perubahan cuaca yang tidak menentu, paparan asap, polusi udara dan debu, hingga penularan antarindividu.
Selain itu, kondisi ventilasi dan kepadatan hunian, serta daya tahan tubuh kelompok rentan seperti balita, juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan. Status gizi dan kelengkapan imunisasi turut berpengaruh terhadap risiko infeksi.
Meski demikian, Bupati Jember Muhammad Fawait, Selasa (29/9/2026) menyebut perkembangan kasus dalam beberapa hari terakhir menunjukkan penurunan. Penurunan jumlah pasien terlihat terutama di rumah sakit pemerintah, dan juga terjadi di sejumlah puskesmas.
Bupati mengimbau masyarakat tetap menjaga kesehatan dan tidak panik karena kondisi saat ini telah menunjukkan penurunan. Khusus anak-anak usia sekolah yang mengalami flu, disarankan menggunakan masker dan tidak masuk sekolah untuk mencegah penularan kepada siswa lainnya.
Masyarakat juga diimbau rutin mencuci tangan dengan sabun, menghindari asap rokok dan pembakaran sampah terbuka, serta memastikan ventilasi rumah tetap baik. Etika batuk dan bersin juga perlu diterapkan, dengan menutup mulut dan hidung menggunakan tisu atau siku bagian dalam.
Sementara itu, masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala yang memburuk, seperti sesak napas, demam tinggi atau menetap, lemas berat, maupun anak yang terlihat kesulitan bernapas.(thn)
Copyright © 2024 K Radio Jember 102,9 FM Developed by Sevenlight.ID.