Kunjungan pasien ke fasilitas kesehatan di Jember dalam satu hingga dua pekan terakhir mengalami peningkatan, seiring meningkatnya kasus infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA dan influenza. Keluhan pasien didominasi demam tinggi, batuk berkepanjangan, pilek, nyeri kepala hingga gangguan pernapasan.
Dinas Kesehatan Kabupaten Jember mencatat, hingga pekan ketiga September 2026, jumlah kasus ISPA telah mencapai lebih dari 800 kasus. Peningkatan kasus ini juga sejalan dengan bertambahnya kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan.
Dokter spesialis paru RSD dr. Soebandi Jember, dr. Wahyu Agung Purnomo, Jumat (25/9/2026) mengatakan, dalam satu hingga dua pekan terakhir kebutuhan pelayanan rumah sakit meningkat. Sejumlah pasien bahkan harus menunggu di instalasi gawat darurat untuk mendapatkan ruang perawatan.
Menurutnya, sebagian besar pasien datang dengan keluhan yang hampir sama, mulai dari demam tinggi, batuk berkepanjangan, pilek, hingga nyeri kepala hebat. Pasien yang memiliki riwayat asma, sesak napas, atau penyakit paru obstruktif kronis juga berisiko mengalami kekambuhan.
Dr. Wahyu menjelaskan, influenza dapat mengalami lonjakan kasus pada periode tertentu. Penularannya terjadi melalui saluran pernapasan, sehingga masyarakat perlu mewaspadai penyebaran virus, terutama pada kelompok rentan seperti balita, lansia, serta pasien dengan penyakit penyerta.
Masyarakat yang mengalami keluhan demam, batuk, pilek, atau nyeri kepala berat diimbau segera memeriksakan diri. Penggunaan masker, mencuci tangan dengan benar, menjaga pola hidup bersih dan sehat, mengonsumsi makanan bergizi, serta berolahraga juga dianjurkan untuk membantu mencegah penularan.
Dr. Wahyu menambahkan, pada kasus influenza yang sederhana, pasien dapat membaik dalam waktu sekitar tiga hingga lima hari. Namun, bagi pasien dengan penyakit penyerta seperti diabetes, hipertensi, asma, dan penyakit paru obstruktif kronis, masa pemulihan dapat berlangsung lebih lama.(thn)
Copyright © 2024 K Radio Jember 102,9 FM Developed by Sevenlight.ID.