IMBAS PELEMAHAN RUPIAH, PERAJIN TEMPE DI JEMBER KURANGI PRODUKSI

IMBAS PELEMAHAN RUPIAH, PERAJIN TEMPE DI JEMBER KURANGI PRODUKSI

IMBAS PELEMAHAN RUPIAH, PERAJIN TEMPE DI JEMBER KURANGI PRODUKSI

Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berdampak pada kenaikan harga kedelai impor, yang menjadi bahan baku utama pembuatan tempe. Kondisi ini turut dirasakan para perajin tempe di Kabupaten Jember.

Salah satunya dirasakan perajin tempe di Kecamatan Kaliwates, Mariyono. Kepada K Radio Jumat (23/1/26) ia mengaku, dalam dua hari terakhir harga kedelai impor mengalami kenaikan cukup signifikan.

Harga kedelai impor yang sebelumnya berada di angka Rp8.500 – Rp8.900 per kilogram, kini naik menjadi Rp9.500 per kilogram. Kenaikan ini dinilai memberatkan perajin, karena biaya produksi ikut terdongkrak.

Meski demikian, Mariyono mengatakan kenaikan harga bahan baku bukan kali pertama terjadi. Selama lebih dari dua puluh tahun menekuni usaha tempe, fluktuasi harga kedelai kerap ia alami.

Untuk menyiasati kenaikan harga tersebut, Mariyono memilih mengurangi takaran dan jumlah produksi tempe. Ia menilai, menaikkan harga jual bukanlah pilihan, karena harga tempe yang dijualnya telah bertahan di angka Rp5.000 selama lebih dari lima tahun terakhir.

Saat ini, produksi tempe Mariyono per hari hanya mencapai satu kuintal, turun dari sebelumnya sekitar 1,8 kuintal. Selain itu, ia juga terpaksa mengurangi satu orang tenaga kerjanya demi menekan biaya produksi.(thn)

Copyright © 2024 K Radio Jember 102,9 FM Developed by Sevenlight.ID.

avatar
Kradio