Sampah plastik yang selama ini dipandang sebagai persoalan lingkungan, di tangan sekelompok pemuda di Kabupaten Jember justru berubah menjadi peluang bernilai.
Berlokasi di Kecamatan Jenggawah, para anak muda ini memanfaatkan teknologi pirolisis skala kecil untuk mengolah limbah plastik menjadi bahan bakar alternatif.
Mulai dari solar hingga premium, inovasi ini menjadi jawaban atas dua tantangan sekaligus, kerusakan lingkungan dan keterbatasan energi. Aktivitas itu menjadi keseharian anggota Gayasan Squad, komunitas pemuda yang berbasis di Dusun Gayasan, Desa Jenggawah.
Dengan kreativitas yang mereka miliki, tumpukan sampah plastik yang sebelumnya mencemari lingkungan, kini diubah menjadi sumber energi yang bermanfaat.
Prosesnya dimulai dengan memasukkan plastik kering ke dalam drum tertutup rapat. Selanjutnya, bahan tersebut dipanaskan pada suhu tinggi hingga mencapai sekitar 550 derajat Celcius melalui proses pirolisis.
Setelah dipanaskan selama kurang lebih enam jam, plastik akan menghasilkan minyak mentah. Minyak ini kemudian dimurnikan melalui proses penyulingan untuk menghasilkan bahan bakar yang lebih siap digunakan.
Koordinator Gayasan Squad, Ahmad Syaifudin yang akrab disapa Asep, Rabu (15/4/26) menjelaskan dari setiap sepuluh kilogram sampah plastik yang diolah, dapat dihasilkan sekitar sembilan liter minyak mentah. Setelah melalui proses penyulingan, minyak tersebut terbagi menjadi beberapa jenis bahan bakar, yakni sekitar 60 persen solar, 15 persen premium, serta sisanya berupa minyak tanah dan gas.
Asep juga menyebut, meski belum melalui uji laboratorium independen, bahan bakar jenis premium hasil olahan mereka secara teori memiliki nilai oktan atau RON di kisaran 92 hingga 100.
Saat ini, pemanfaatan bahan bakar alternatif tersebut masih terbatas di lingkungan sekitar. Warga menggunakannya untuk kebutuhan seperti menggerakkan mesin diesel di sawah hingga pompa air.
Menurut Asep, tujuan utama inovasi ini bukan semata keuntungan ekonomi. Lebih dari itu, komunitasnya ingin berkontribusi dalam menjaga lingkungan dari ancaman sampah plastik.
Ke depan, Gayasan Squad berharap inovasi ini dapat terus berkembang, sehingga pengelolaan sampah di Jember bisa dilakukan secara optimal. Sebuah gagasan sederhana pun mereka gaungkan bahwa sampah sejatinya adalah energi.(thn)
Copyright © 2024 K Radio Jember 102,9 FM Developed by Sevenlight.ID.