Program percepatan swasembada gula melalui sistem ratoon tebu dinilai belum berjalan maksimal di lapangan. Sejumlah petani tebu di Kecamatan Bangsalsari menyampaikan keluhan terkait pelaksanaan program tersebut saat rapat dengar pendapat bersama Komisi B DPRD Jember, Senin (26/1/26).
Salah satu petani, Nurdin, menilai pelaksanaan program ratoon tebu tidak sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan pemerintah. Minimnya sosialisasi dan pendampingan membuat banyak petani kebingungan dalam menerapkan teknis budidaya ratoon. Yang seharusnya mampu menekan biaya produksi dan meningkatkan hasil panen.
Dalam realisasinya, target produksi dinilai jauh dari proyeksi. Nurdin menyebut, kebutuhan bibit yang seharusnya mencapai sekitar 7 ton per hektar, di lapangan hanya terealisasi sekitar 4-4,5 ton per hektar. Kondisi tersebut berdampak langsung pada hasil panen dan pendapatan petani.
Selain itu, pembagian luasan lahan juga dinilai tidak sesuai aturan. Meski petani mendaftar dengan luasan tertentu, lahan yang benar-benar mendapat fasilitasi program justru jauh lebih kecil. Ketidaksesuaian ini, menurut petani, terjadi hampir merata.
Persoalan lain yang dikeluhkan adalah belum cairnya dana penyegaran biaya sebesar Rp4 juta per hektar yang dijanjikan dalam program ratoon tebu. Akibatnya, petani kecil terpaksa mencari pembiayaan mandiri, bahkan harus berhadapan langsung dengan perbankan yang dinilai tidak mudah diakses.
Petani juga menilai data yang digunakan pemerintah tidak mencerminkan kondisi riil di lapangan. Jumlah petani tebu disebut terus bertambah, namun dukungan program justru tidak dirasakan secara merata. Bahkan dalam pelaksanaannya, petani kerap diarahkan ke berbagai lembaga tanpa kejelasan mekanisme yang terintegrasi.
Insert, Nurdin
Sementara itu, Ketua Komisi B DPRD Jember, Candra Ary Fianto, menyampaikan kekecewaannya terhadap lemahnya pelaksanaan program ratoon tebu di tingkat daerah. Ia menilai lemahnya sosialisasi dan pendampingan penyuluh menjadi faktor utama belum optimalnya pelaksanaan program yang sejatinya bertujuan meningkatkan kesejahteraan petani dan mendukung swasembada gula nasional.(thn)
Copyright © 2024 K Radio Jember 102,9 FM Developed by Sevenlight.ID.