Untuk menjaga stabilitas harga beras selama bulan suci Ramadhan, Perum Bulog Cabang Jember menggelontorkan sekitar dua ton beras per harinya melalui kegiatan pasar murah dan Gerakan Pangan Murah.
Kepala Bulog Jember, M Ade Saputra, Kamis (26/2/26) mengatakan, pihaknya telah melakukan langkah antisipasi sejak Januari lalu dengan menggandeng pemerintah daerah. Upaya tersebut dilakukan guna memastikan ketersediaan dan keterjangkauan harga bahan pokok penting. Khususnya beras dan minyak goreng selama momentum hari besar keagamaan.
Selama bulan Ramadhan, kegiatan pasar murah terus digelar di sejumlah wilayah. Hari ini, pasar murah dilaksanakan di Desa Kraton, Kecamatan Kencong. Selanjutnya pada 3 hingga 5 Maret akan berlangsung di Desa Mlokorejo Kecamatan Puger, Desa Tutul Kecamatan Balung, serta Desa Rambipuji Kecamatan Rambipuji.
Kemudian pada 10 hingga 13 Maret, pasar murah kembali digelar di Desa Tegalsari Kecamatan Ambulu, Desa Curahtakir Kecamatan Tempurejo, dan Desa Sumberpakem Kecamatan Sumberjambe.
Dalam setiap kegiatan, Bulog Jember menyiapkan rata-rata dua ton beras SPHP kemasan lima kilogram dan 2.500 liter minyak goreng. Beras SPHP dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi sebesar Rp12.500 per kilogram, sementara minyak goreng dipasarkan Rp15.700 per liter.
Sepanjang peringatan hari besar keagamaan ini, Bulog Jember juga telah menyalurkan minyak goreng hingga 451 ribu liter ke sejumlah toko ritel. Sementara itu, stok beras di gudang Bulog Jember terus bertambah dari hasil serapan gabah petani lokal. Saat ini, cadangan beras mencapai sekitar 92 ribu ton dan dipastikan aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga akhir tahun.
Bulog Jember juga terus melakukan pemantauan ketersediaan bahan pokok penting di pasaran. Hingga kini, belum ditemukan laporan adanya kelangkaan beras maupun minyak goreng di tingkat pasar.(thn)
Copyright © 2024 K Radio Jember 102,9 FM Developed by Sevenlight.ID.