Semrawutnya tata kelola kawasan Pasar Tanjung Jember dikeluhkan warga yang tinggal di sekitar pasar. Keluhan tersebut disampaikan dalam dialog yang melibatkan warga, pedagang pasar serta Bupati Jember di Pendopo Wahyawibawagraha, Selasa (22/9/26).
Perwakilan warga RW 10 Lingkungan Kulon Pasar, Kelurahan Jember Kidul, Farida, mengatakan warga asli yang tinggal di sekitar pasar kerap merasa tidak nyaman dengan aktivitas perdagangan yang dinilai mengganggu akses menuju permukiman.
Salah satunya persoalan parkir kendaraan pikap untuk berjualan yang disebut menutup akses jalan. Bahkan, kondisi tersebut dinilai dapat menghambat ambulans ketika ada warga yang membutuhkan pertolongan medis.
Farida menyebut warga yang hendak masuk ke lingkungannya sendiri terkadang justru diusir oleh pihak yang berjualan menggunakan pikap. Warga RW 9, 10, dan 11 di Jalan Samanhudi akhirnya harus memutar melalui akses RW 11.
Tidak hanya akses jalan, warga juga mengeluhkan perlakuan terhadap kendaraan milik warga yang diparkir di sekitar kawasan pasar. Kendaraan warga kerap mengalami tindakan tidak mengenakkan, mulai dari ban yang dikempeskan hingga mobil yang disebut pernah dibaret.
Warga meminta pola parkir pikap dikembalikan seperti semula agar akses menuju permukiman tetap terbuka, khususnya bagi kendaraan darurat. Warga juga meminta dugaan pungutan liar di kawasan pasar dapat ditindaklanjuti.
Persoalan lain yang disoroti adalah kebersihan. Warga mengeluhkan lingkungan pertokoan yang kerap berbau kurang sedap karena masih ada orang yang buang air kecil sembarangan.
Warga berharap pemerintah segera membenahi tata kelola Pasar Tanjung, sehingga aktivitas perdagangan tetap berjalan, namun tidak mengorbankan hak warga sekitar atas akses jalan, keamanan, kebersihan, dan kenyamanan lingkungan.(thn)
Copyright © 2024 K Radio Jember 102,9 FM Developed by Sevenlight.ID.