1.531 SEKOLAH RUSAK, PEMKAB JEMBER GELONTORKAN RP186 MILIAR UNTUK PERBAIKAN

1.531 SEKOLAH RUSAK, PEMKAB JEMBER GELONTORKAN RP186 MILIAR UNTUK PERBAIKAN

1.531 SEKOLAH RUSAK, PEMKAB JEMBER GELONTORKAN RP186 MILIAR UNTUK PERBAIKAN

Dinilai darurat dan harus mendapat perhatian, Pemerintah Kabupaten Jember tahun ini mengalokasikan anggaran sekitar Rp186 miliar  untuk memperbaiki gedung sekolah, mulai jenjang PAUD hingga SMP.

Bupati Jember Muhammad Fawait, Rabu (23/9/20260 mengaku prihatin dengan kondisi sejumlah sekolah saat dirinya mulai menjabat. Saat itu, tercatat sebanyak 1.531 gedung sekolah di Jember mengalami kerusakan berat.

Menurutnya, perbaikan sarana pendidikan menjadi kebutuhan mendesak. Sebab, sebaik apapun sistem pembelajaran yang diterapkan, proses belajar mengajar dinilai tidak akan efektif jika berlangsung di gedung yang tidak representatif.

Kondisi bangunan yang rusak juga menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan siswa dan guru. Salah satunya risiko bagian bangunan seperti atap yang sewaktu-waktu dapat roboh.

Karena itu, revitalisasi sekolah menjadi salah satu konsen pemerintah daerah. Rehabilitasi dilakukan berdasarkan kondisi kedaruratan, termasuk menyasar sekolah swasta yang selama ini juga menjadi bagian dari layanan pendidikan masyarakat.

Tahun ini, total terdapat 258 sekolah yang mendapatkan perbaikan. Rinciannya, 121 sekolah negeri dan 137 sekolah swasta. Kebijakan tersebut diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman dan layak bagi peserta didik.

Selain membenahi infrastruktur, Pemkab Jember juga menaruh perhatian pada kesejahteraan guru. Mayoritas guru yang saat ini berstatus PPPK paruh waktu diharapkan ke depan dapat diangkat menjadi PPPK penuh waktu, bahkan terdapat peluang untuk menjadi PNS.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat kualitas pendidikan sekaligus membuka jalan pengentasan kemiskinan melalui peningkatan akses dan kualitas pendidikan.(thn).

Copyright © 2024 K Radio Jember 102,9 FM Developed by Sevenlight.ID.

avatar
Kradio